Lembaga Penelitian, Pengabdian, dan Pengembangan Keilmuan (LP3K) Universitas Djuanda (UNIDA) melanjutkan agenda roadshow hari kedua dengan mengunjungi Fakultas Pertanian (FAPERTA), Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) dan Sekolah Vokasi pada Selasa (9/12/2025).
Agenda roadshow ini merupakan rangkaian dari kegiatan Sosialisasi Panduan dan Pendampingan Proposal Penelitian serta Pengabdian kepada Masyarakat untuk Program Hibah BIMA Kemdiktisaintek RI Tahun Anggaran 2026.
Hadir dalam kegiatan diantaranya Wakil Rektor III sekaligus Ketua LP3K UNIDA Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd, Dekan FAPERTA Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si, Dekan FILKOM sekaligus Kepala Sekolah Vokasi Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si, serta Kepala Biro Pengabdian dan Hilirisasi, Danu Suryani, S.Sos., M.A.P.
Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang ditujukan bagi para dosen ini. Ia berharap dosen dapat memanfaatkan forum ini untuk meningkatkan kualitas proposal hibah.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Harapannya, Bapak dan Ibu dosen dapat mengikuti pendampingan ini dengan optimal. Untuk pertanyaan lebih lanjut, silakan berkoordinasi langsung dengan LP3K,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor III sekaligus Ketua LP3K UNIDA Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd menjelaskan bahwa pembukaan pengusulan proposal hibah tahun ini dilakukan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya, hal ini guna menorong peningkatan kualitas proposal dan capaian luaran.
“Pembukaan pengusulan lebih cepat karena capaian luaran penelitian memerlukan waktu yang panjang, sehingga pengajuan proposal dipercepat. Tenggat pengumpulan proposal ditetapkan pada 29 Desember 2025,” jelasnya.
Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd juga menyoroti perubahan signifikan dalam skema Penelitian Dosen Pemula (PDP).
“Persaingan paling ketat dan tantangan terbesar dalam hibah terjadi pada skema Penelitian Dosen Pemula (PDP). Ketua dan anggota pengusul harus memenuhi syarat jabatan fungsional maksimal Lektor dan memiliki skor SINTA yang sesuai. Jangan sampai salah memilih skema hanya karena akun dinyatakan eligible,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Penelitian Fundamental Reguler merupakan skema paling tinggi, sehingga diperlukan usaha yang lebih kuat, termasuk memastikan artikel terbit sesuai jadwal.
“Pada Januari akan ada validasi luaran. Jika artikel fundamental belum terbit di tahun 2025, itu akan berpengaruh pada penilaian. Perhatikan juga referensi, minimal 80 persen terbitan lima tahun terakhir dan mayoritas harus terindeks Scopus atau WoS,” ujarnya.
LP3K UNIDA juga berencana mengadakan BIMA Series pekan depan sebagai pendalaman pembuatan proposal.
“Kita akan mengupas cara membuat latar belakang masalah yang tajam, terutama untuk bidang sosial humaniora. Bahkan kesalahan kecil seperti typo bisa memengaruhi reviewer,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Biro Pengabdian dan Hilirisasi, Danu Suryani, S.Sos., M.A.P, menjelaskan bahwa hibah pengabdian kepada masyarakat turut mendorong pemberdayaan berbasis potensi daerah. Ia memaparkan tiga skema utama pengabdian kepada masyarakat yakni Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP), Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), serta Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang dapat diusulkan pada hibah BIMA.
“Ada tiga skema pemberdayaan, yaitu PMP, PKM, dan hibah PMM. Semua masih memiliki peluang besar untuk mendorong pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Ia mendorong dosen agar mengangkat potensi unggulan daerah dalam proposal pengabdian.
“Kita bisa mengelaborasi apa pun yang menjadi keunggulan lokal. Dengan penjadwalan hibah yang lebih awal, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada tahun mendatang juga diharapkan dapat terintegrasi dengan proposal pengabdian,” pungkasnya.

