LP3K UNIDA Kembali Gelar Scientific Forum Series, Terus Dorong Hilirisasi Penelitian dan Publikasi Internasional Dosen

LP3K UNIDA Kembali Gelar Scientific Forum Series, Terus Dorong Hilirisasi Penelitian dan Publikasi Internasional Dosen

Blog Single

Lembaga Penelitian, Pengabdian dan Pengembangan Keilmuan (LP3K) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan kegiatan Scientific Forum Series pada Jum’at, 25 Juli 2025 secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor III yang juga merupakan Kepala LP3K UNIDA, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd, Kepala Bidang Writing Center LP3K UNIDA Assoc. Prof. Aminullah, S.TP., M.Si serta diikuti oleh para dosen UNIDA. Kegiatan rutin ini bertujuan memberikan informasi terkini kepada seluruh dosen mengenai Penelitian, Pengabdian, Publikasi Jurnal, Writing Center, dan Hilirisasi.

Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor III Universitas Djuanda (UNIDA), Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd., menyampaikan bahwa sebanyak 36 dosen UNIDA berhasil memperoleh pendanaan untuk kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada tahun ini. Rinciannya, 24 dosen menerima pendanaan untuk penelitian dan 12 dosen untuk pengabdian kepada masyarakat.

“Ini merupakan salah satu pencapaian yang sangat membanggakan, kami berharap di tahun-tahun berikutnya UNIDA akan terus mendapatkan lebih banyak proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diloloskan,” ujarnya.

Menurut Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kemdiktisaintek saat ini sedang fokus pada program hilirisasi. Pemerintah telah mengeluarkan 4-5 skema hilirisasi baru pada bulan Juli 2025, dengan prioritas untuk dosen yang memiliki paten atau paten sederhana, serta model atau teknologi tepat guna yang dapat dipraktikkan kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd menjelaskan bahwa salah satu skema menarik yang sedang dipersiapkan adalah program "Mahasiswa Berdampak" yang melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Program ini mengharuskan kolaborasi antara dosen yang memiliki paten dengan BEM mahasiswa dalam penyusunan proposal melalui platform BIMA.

“Konsepnya adalah BEM yang akan menyusun proposal dengan pendampingan dosen. Kami sedang memetakan BEM mana yang memiliki relevansi untuk dapat diikutsertakan dalam program ini. Sebagai tambahan informasi, target program ini akan mendanai sekitar 250 proposal BEM, tidak hanya BEM Universitas tetapi juga BEM Fakultas,” jelasnya.

Kemudian Kepala Bidang Writing Center LP3K UNIDA, Assoc. Prof. Aminullah, S.TP., M.Si juga memfokuskan pengembangan Writing Center dengan program One Day for Writing yang diprioritaskan untuk penulisan artikel internasional.

“Kami dari LP3K UNIDA berencana memperbarui format program One Day dengan memberikan jadwal tertentu sehingga dosen dapat memilih waktu yang sesuai. Harapannya, program ini dapat lebih efektif dan Writing Center ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para dosen,” ujarnya.

“Kegiatan Scientific Forum Series ini tidak hanya membahas skema hibah, tetapi juga fokus pada peningkatan kompetisi penelitian, termasuk cara mendapatkan grant untuk penelitian internasional, metodologi penelitian, dan pelatihan untuk pengelola jurnal guna meningkatkan kualitas jurnal institusi ke level yang lebih baik,” tambahnya.

Related Posts: