Tim Pengabdian kepada Masyarakat dalam Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra 2026 resmi kembali ke kampus setelah melaksanakan pengabdian selama satu bulan di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatra. Kepulangan tim disambut dalam acara seremonial yang digelar di Gedung C Universitas Djuanda (UNIDA), Rabu (4/3/2026).
Program Mahasiswa Berdampak ini merupakan bagian dari komitmen UNIDA dalam mendorong peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan sosial, khususnya dalam membantu percepatan pemulihan masyarakat pascabencana. Selama berada di Sumatra, para mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan trauma healing, penguatan pendidikan darurat, distribusi bantuan logistik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak.
Acara penyambutan dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen pembimbing, sivitas akademika, serta mahasiswa. Rektor UNIDA Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi para mahasiswa selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
“Kami menyampaikan selamat datang kembali kepada para mahasiswa yang telah mengabdikan diri secara langsung di tengah masyarakat terdampak bencana. Kehadiran kalian bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga harapan dan semangat pemulihan. Inilah wujud nyata mahasiswa berdampak yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I menegaskan bahwa pengalaman lapangan seperti ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran holistik di perguruan tinggi.
“Pengabdian ini adalah pembelajaran kehidupan yang sesungguhnya. Kami berharap pengalaman ini membentuk karakter kepemimpinan, empati, serta tanggung jawab sosial yang akan terus dibawa dalam perjalanan akademik maupun profesional ke depan,” tambahnya.
Ketua Tim Pengabdian Dr. Ir. Helmi Harris, MS menyampaikan bahwa selama satu bulan pelaksanaan program, mahasiswa berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat dan berbagai elemen masyarakat untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.
“Berbagai program pengabdian masyarakat yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam situasi tanggap dan pemulihan bencana telah dilaksanakan dengan baik untuk membantu pemulihan warga Sumatera. Tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur tidak menyurutkan semangat tim dalam menjalankan tugas,” jelasnya.
Sementara itu, Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam misi kemanusiaan merupakan bagian dari implementasi nilai pengabdian yang menjadi ruh pendidikan di UNIDA.
“Mahasiswa tidak cukup hanya belajar di ruang kelas. Mereka juga perlu hadir di tengah masyarakat untuk memahami realitas sosial serta memberikan kontribusi nyata. Apa yang dilakukan tim Mahasiswa Berdampak ini menjadi contoh bagaimana ilmu pengetahuan dapat dihadirkan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut akan memperkuat karakter kepemimpinan mahasiswa serta menumbuhkan kepekaan sosial yang sangat dibutuhkan dalam membangun masyarakat yang tangguh.
Acara penyambutan ditutup dengan sesi dokumentasi foto bersama.

