LP3K UNIDA Gelar Sosialisasi Program Hiliriset SINERGI 2026, Siapkan Riset Terapan Berdampak

LP3K UNIDA Gelar Sosialisasi Program Hiliriset SINERGI 2026, Siapkan Riset Terapan Berdampak

Blog Single

Lembaga Penelitian, Pengabdian dan Pengembangan Keilmuan (LP3K) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Sosialisasi Program Hiliriset Prioritas dan Strategis – SINERGI Tahun 2026 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Senin (1/12/2025) secara daring melalui Zoom Cloud Meetings. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Penelitian dan Riset Klinik, Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd, Kepala Bagian Pengelolaan Hibah Pengabdian, Dede Syahrudin, S.A.P., M.A.P, serta diikuti oleh para dosen yang ada di lingkungan UNIDA.

Kepala Biro Penelitian dan Riset Klinik, Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd menjelaskan bahwa Program Hiliriset SINERGI merupakan skema pendanaan riset terapan yang bertujuan menghasilkan produk atau prototipe dengan tingkat kesiapterapan teknologi. Program tersebut dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara hasil penelitian di perguruan tinggi dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

"Program ini mendorong peneliti untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap diimplementasikan di lapangan. Luaran wajib dari program ini adalah publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi atau jurnal nasional terakreditasi, serta produk/prototipe yang telah diuji dan siap untuk dikembangkan lebih lanjut menuju tahap komersialisasi," ungkapnya.

Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd berharap dari program ini bisa membentuk ekosistem inovasi yang menghasilkan produk siap pasar, model bisnis matang, lisensi dan kontrak industri, serta peningkatan kapasitas inovasi nasional secara berkelanjutan.

“Melalui sosialisasi ini, LP3K UNIDA berupaya memfasilitasi dosen dan peneliti untuk memahami persyaratan, tahapan pengajuan, serta kriteria penilaian proposal Hiliriset SINERGI 2026, sehingga dapat mempersiapkan usulan riset yang berkualitas dan sesuai dengan roadmap penelitian nasional serta mampu menjembatani kesenjangan antara riset akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Pengelolaan Hibah Pengabdian, Dede Syahrudin, S.A.P., M.A.P juga menyampaikan bahwasanya program yang disosialisasikan di UNIDA ini menawarkan dua skema pendanaan, diantaranya yaitu Hilirisasi Riset Prioritas dengan dana BOPTN dan Hilirisasi Riset Strategis dengan Dana Abadi Pendidikan LPDP.

“Berbeda dengan program riset konvensional yang mengandalkan technology push dari kampus, program ajakan industri 2026 dimulai dari industri yang mengajukan kebutuhan atau tantangan produk. Perguruan tinggi kemudian menawarkan solusi teknologi melalui mekanisme lelang teknologi, dan pemerintah memberikan pendanaan serta fasilitasi ekosistem inovasi sehingga riset menjadi lebih tepat guna dan berdampak langsung ke ekonomi,” tuturnya.

Dede Syahrudin, S.A.P., M.A.P menyampaikan bahwa luaran wajib dari program ini mencakup purwarupa atau prototipe dengan TKT yang meningkat, kekayaan intelektual non-hak cipta, model bisnis dan strategi hilirisasi, produk TKT 9 yang siap pasar, hingga kontrak lisensi atau penjualan dengan industry.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi lebih dalam lagi mengenai Program Hiliriset Prioritas dan Strategis – SINERGI Tahun 2026 dengan para dosen.

Related Posts: