Kunjungi FAIPG, LP3K UNIDA Akhiri Rangkaian Roadshow Pendampingan Proposal Penelitian Hibah

Kunjungi FAIPG, LP3K UNIDA Akhiri Rangkaian Roadshow Pendampingan Proposal Penelitian Hibah

Blog Single

Lembaga Penelitian, Pengabdian dan Pengembangan Keilmuan (LP3K) Universitas Djuanda (UNIDA) akhiri kegiatan Roadshow terkait pendampingan pembuatan proposal penelitian di Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) pada pada Jum’at (7/2/2025) di Ruang Kelas 4.01 FAIPG UNIDA. Kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian sosialisasi yang dilakukan LP3K ke berbagai fakultas terkait program pendanaan riset dan inovasi.

Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd menjelaskan bahwasanya LP3K UNIDA memiliki program hibah pendanaan internal tahunan yang ditujukan bagi dosen pemula yang belum eligible mengajukan hibah Diktisaintek.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd menekankan bahwa mengingat batas akhir pengajuan proposal BRIN yang akan berakhir pada 28 Februari 2025, beliau menekankan pentingnya proses review internal oleh LP3K terlebih dahulu demi meningkatkan peluang keberhasilan agar proposal bisa lolos untuk didanai.

“Kami berharap semua proses upload proposal dapat melalui proses review terlebih dahulu melalui LP3K UNIDA agar proposal bisa lolos untuk didanai,” tuturnya.

Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd juga menyampaikan bahwasanya BRIN sendiri saat ini membuka delapan skema pendanaan meliputi RIIM Kompetisi, Ekspedisi, Invitasi, Start-Up, Pengujian Produk Inovasi Kesehatan, Pengujian Produk Inovasi Pertanian, Pusat Kolaborasi Riset, dan RIIM Kolaborasi. Salah satu yang ditonjolkan adalah RIIM Ekspedisi gelombang kedua dengan tema Ekspedisi dan Eksplorasi Keragaman Masyarakat dan Budaya Indonesia yang mencakup penelitian tentang agama, entitas, seni, tradisi, pengetahuan lokal, bahasa, sastra, dan topik relevan lainnya di empat kawasan strategis.

“Hibah ini membuka peluang bagi para peneliti melalui delapan skema pendanaan yang komprehensif. Kami melihat RIIM Ekspedisi gelombang kedua ini adalah kesempatan bagi bapak ibu untuk mengeksplorasi kekayaan sosial-budaya di Indonesia. Program ini tidak hanya mencakup aspek keagamaan dan tradisi, tetapi juga memberikan ruang bagi penelitian tentang kearifan lokal, bahasa, dan sastra di empat kawasan strategis,” ujarnya.

Related Posts: