Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Biro Hilirisasi dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Lembaga Penelitian, Pengabdian dan Pengembangan Keilmuan (LP3K) menggelar sosialisasi akun Hiliriset dan penerimaan proposal Tim Pakar Pra Studi Kelayakan secara virtual pada Rabu (20/8/2025) secara Daring melalui Zoom Meeting Cloud. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas riset perguruan tinggi melalui hilirisasi inovasi dan rekrutmen tim pakar.
Sosialisasi ini meliputi pemaparan materi tentang akun Hiliriset, mekanisme pendaftaran proposal, penjelasan struktur dan tugas Tim Pengkaji Pre-FS, diskusi mengenai teknis penyusunan proposal dan RAB, serta tantangan mencari mitra industri.
Kepala Biro HKI UNIDA, Dede Syahrudin, S.A.P., M.A.P menegaskan komitmen UNIDA dalam mendukung program hilirisasi riset nasional dengan memastikan hasil penelitian dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan dunia industri, bukan hanya sebatas publikasi ilmiah.
"Kegiatan ini menjadi langkah strategis Universitas Djuanda dalam mendukung kebijakan nasional hilirisasi riset. Melalui pemanfaatan akun Hiliriset dan keterlibatan dosen sebagai tim pakar, kita ingin memastikan bahwa hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat dan industri," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Dede Syahrudin, S.A.P., M.A.P juga memperkenalkan Program Hilirisasi Riset Prioritas – Dorongan Teknologi yang saat ini masih dibuka untuk mendaftarkan proposal.
"Program ini hadir untuk menjembatani kesenjangan riset dan industri melalui Pra Studi Kelayakan. Riset yang diajukan harus memenuhi kriteria TRL ? 6, relevan dengan prioritas nasional, serta memiliki potensi mitra industri," pungkasnya.
Target dari kegiatan ini adalah terwujudnya dosen dan peneliti UNIDA yang memiliki akun aktif di sistem Hiliriset, teridentifikasinya calon dosen yang berpotensi menjadi anggota Tim Pengkaji Pre-FS di tingkat nasional, serta terbentuknya komitmen perguruan tinggi untuk aktif mendukung hilirisasi riset dan memperkuat kerja sama dengan industri.
Salah satu peserta kegiatan, Dr. Chandra Ayu Pramestidewi, S.Pt., MM, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIDA, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan gambaran jelas tentang bagaimana riset bisa sampai ke tahap hilirisasi. Penjelasan mengenai akun Hiliriset dan peran Tim Pengkaji membuka wawasan baru bagi kami,” ujarnya.

