Universitas Djuanda melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIDA turut ambil bagian dalam kegiatan Penandatanganan MoU/PKS Perguruan Tinggi Swasta se-Jawa Barat yang dirangkaikan dengan forum nasional What’s Up Campus Calls Out (WCCO) di Sabuga Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat ini mengusung tema “Monetisasi Riset dan Inovasi: Mengubah Paten Menjadi Aset Bisnis Bernilai Tinggi di Era Entrepreneurial University.”
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekosistem kekayaan intelektual, hilirisasi riset, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mendorong inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Universitas Djuanda hadir melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Biro Sentra Kekayaan Intelektual dan Hilirisasi sebagai bentuk komitmen institusi dalam memperkuat budaya inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi. Kepala Biro Sentra Kekayaan Intelektual dan Hilirisasi, Ibnu Fadilah, S.E., M.H., menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperluas sinergi pengembangan inovasi di perguruan tinggi.
"Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi kunci dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Kami berharap kerja sama ini mampu mempercepat perlindungan dan komersialisasi hasil riset sivitas akademika," jelasnya.
Forum nasional ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan akademisi ternama, di antaranya Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., ekonom dan praktisi bisnis Gita Wirjawan, hingga filsuf dan akademisi Rocky Gerung.
Dalam sesi diskusi, para narasumber menekankan pentingnya transformasi pola pikir perguruan tinggi dari “riset untuk publikasi” menjadi “riset untuk solusi dan bisnis berkelanjutan.” Selain itu, perlindungan kekayaan intelektual dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing bangsa di era ekonomi berbasis pengetahuan.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 5.000 peserta luring dan 1.000 peserta daring dari berbagai kalangan, termasuk pimpinan perguruan tinggi swasta, dosen, mahasiswa, peneliti, pelaku industri, hingga media massa. Sebanyak 172 Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Barat turut berpartisipasi dalam penandatanganan kerja sama bersama Kanwil Kementerian Hukum Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta ekosistem inovasi yang semakin kolaboratif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional.
Partisipasi Universitas Djuanda dalam kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan riset, inovasi, dan perlindungan kekayaan intelektual sebagai bagian dari transformasi menuju entrepreneurial university yang adaptif dan berdaya saing global.

