Universitas Djuanda melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Biro Pengabdian kepada Masyarakat kembali menggelar Rapat Lanjutan Koordinasi Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 pada Rabu (8/4/2026) di Ruang LPPM Universitas Djuanda. Kegiatan ini dihadiri oleh para dekan fakultas, perwakilan fakultas, tim LPPM, serta panitia pelaksana KKN Tahun 2026. Rapat lanjutan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi sebelumnya yang bertujuan untuk mematangkan perencanaan teknis dan operasional pelaksanaan KKN Tahun 2026 agar berjalan lebih terstruktur, efektif, dan selaras dengan kalender akademik universitas.
Ketua LPPM Universitas Djuanda, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd., menegaskan bahwa koordinasi lanjutan menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan seluruh unit yang terlibat.
“Rapat lanjutan ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh fakultas dalam mempersiapkan pelaksanaan KKN yang lebih matang, sehingga kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah agenda penting, di antaranya penyempurnaan jadwal pelaksanaan KKN, identifikasi jumlah mahasiswa peserta dari masing-masing fakultas, penunjukan dosen pembimbing lapangan, hingga pembahasan rencana lokasi pengabdian yang akan menjadi wilayah pelaksanaan KKN Tahun 2026. Kepala Biro Pengabdian kepada Masyarakat, Danu Suryani, S.Sos., M.H., menyampaikan bahwa sinergi antar fakultas menjadi faktor utama keberhasilan program KKN.
“Pelaksanaan KKN membutuhkan kerja sama lintas unit agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai rencana. Dengan koordinasi yang intensif, kami optimistis KKN Tahun 2026 dapat terlaksana dengan lebih optimal,” ungkapnya.
Dari hasil rapat, sejumlah kesepakatan penting berhasil dirumuskan, termasuk penyusunan jadwal lebih rinci, pemetaan kesiapan dosen pembimbing, mekanisme monitoring dan evaluasi kegiatan, serta langkah tindak lanjut untuk finalisasi pedoman pelaksanaan KKN. Melalui rapat lanjutan ini, Universitas Djuanda menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program KKN yang tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat secara berkelanjutan.

