Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Lembaga Penelitian, Pengabdian, dan Pengembangan Keilmuan (LP3K) kembali menyelenggarakan kegiatan Scientific Forum Series secara daring melalui Zoom Cloud Meeting. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Desember 2025, dengan melibatkan dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UNIDA.
Pertemuan perdana yang dilaksanakan pada Senin (15/12/2025) mengangkat topik “Cara Menyusun Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, dan Pendekatan Pemecahan Masalah”. Forum ini menjadi ruang akademik untuk memperkuat pemahaman dosen dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara sistematis dan berbasis kebutuhan riil.
Wakil Rektor III UNIDA sekaligus Ketua LP3K, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan Scientific Forum Series bertujuan mendorong peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah dosen. Melalui forum ini, dosen diharapkan memperoleh wawasan baru, memperluas perspektif keilmuan, serta meningkatkan kapasitas akademik secara berkelanjutan.
Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd kemudian dalam pemaparannya memberikan arahan terkait pentingnya ketepatan dalam menyusun latar belakang masalah yang berbasis data serta relevan dengan isu keilmuan dan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa rumusan masalah harus disusun secara sistematis, jelas, dan fokus agar mampu mengarahkan penelitian secara tepat.
“Latar belakang yang kuat akan menentukan kualitas keseluruhan penelitian. Oleh karena itu, peneliti perlu memahami konteks masalah secara mendalam, merumuskan masalah secara tajam, serta memilih pendekatan pemecahan masalah yang sesuai dan aplikatif,” ungkapnya.
Pemaparan materi selanjutnya disampaikan oleh Danu Suryani, S.Sos., M.H selaku Kepala Biro Pengabdian kepada Masyarakat dan Hilirisasi. Ia menekankan pentingnya ketepatan dalam menyusun analisis situasi dan permasalahan mitra dalam proposal pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, permasalahan yang diangkat harus bersumber dari kondisi riil mitra, didukung data faktual, serta dibatasi secara jelas agar dapat ditangani secara optimal oleh tim pengusul.
“Analisis permasalahan mitra menjadi kunci dalam pengabdian kepada masyarakat. Masalah harus nyata, berbasis data, dan fokus, sehingga solusi yang ditawarkan tidak hanya relevan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi mitra,” jelasnya.

