Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Lembaga Penelitian, Pengabdian, dan Pengembangan Keilmuan (LP3K) menutup rangkaian kegiatan Scientific Forum Series dengan menyelenggarakan pertemuan ketiga yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting pada Rabu (17/12/2025). Pertemuan ini mengangkat topik “Cara Menyusun Metode Penelitian, Diagram Alir, dan Referensi”.
Pertemuan kali ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dosen dalam menyusun metodologi penelitian yang sistematis, terukur, dan sesuai dengan kaidah ilmiah, khususnya dalam penyusunan proposal hibah penelitian maupun artikel ilmiah.
Kepala Biro Penelitian dan Klinik Riset Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd selaku pemateri menegaskan bahwa kesesuaian antara Rencana Anggaran Biaya (RAB), proposal, dan metodologi penelitian merupakan aspek krusial dalam penilaian proposal penelitian. Menurutnya, seluruh komponen yang tercantum dalam RAB harus tercermin secara jelas dalam proposal, khususnya pada bagian metode dan prosedur penelitian, termasuk pada proposal tesis mahasiswa yang sedang maupun akan diajukan dengan bimbingan dosen pembimbing.
Ia menjelaskan bahwa penulisan metode penelitian tidak hanya sebatas mendeskripsikan pendekatan dan jenis penelitian, tetapi juga harus dilengkapi dengan prosedur penelitian yang sistematis.
Prosedur tersebut wajib memuat tahapan penelitian, aktivitas pada setiap tahap, indikator capaian yang ditargetkan, serta hasil yang diharapkan. Hal ini menjadi perhatian utama reviewer dalam menilai substansi metodologi penelitian.
Lebih lanjut, Dr. Rusi menyampaikan bahwa terdapat empat indikator utama dalam penilaian metode penelitian, salah satunya adalah akurasi metode. Akurasi dinilai berdasarkan kesesuaian metode yang digunakan dengan tujuan penelitian dan luaran yang ingin dihasilkan.
Pemilihan metode yang tepat, seperti kuantitatif, kualitatif, maupun research and development, akan sangat menentukan skor penilaian proposal.
Ia juga menekankan pentingnya penyajian diagram alir (flowchart) penelitian yang menggambarkan tahapan penelitian secara runtut. Setiap tahapan perlu dijelaskan aktivitasnya, indikator ketercapaian, serta penanggung jawab (PIC).
Selain itu, diagram alir harus mencantumkan aktivitas yang telah dilakukan sebelumnya sebagai dasar penentuan metode dan tahapan penelitian selanjutnya, dengan penyesuaian jadwal kegiatan sesuai tahun pendanaan hibah.
“Reviewer akan menilai sejauh mana metode dan prosedur penelitian disusun secara logis, terukur, dan berkesinambungan. Oleh karena itu, kejelasan tahapan, indikator capaian, dan relevansi metode menjadi kunci utama kualitas proposal penelitian,” ungkapnya.

