Roadshow Hibah BIMA Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, LP3K UNIDA Dampingi Dosen FEB Susun Proposal

Roadshow Hibah BIMA Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, LP3K UNIDA Dampingi Dosen FEB Susun Proposal

Blog Single

Lembaga Penelitian, Pengabdian, dan Pengembangan Keilmuan (LP3K) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan Roadshow Sosialisasi Panduan dan Pendampingan Proposal Penelitian serta Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka Program Hibah BIMA Kemdiktisaintek RI Tahun Anggaran 2026.

Kunjungan perdana dilaksanakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIDA dan dihadiri langsung oleh Dekan FEB UNIDA, Prof. Dr. Sri Harini, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pendampingan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat budaya riset dan meningkatkan kualitas proposal penelitian di lingkungan FEB.

“Kami mengapresiasi terselenggaranya sosialisasi dan pendampingan Hibah BIMA 2026 oleh LP3K. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya mendorong dosen menghasilkan proposal penelitian dan pengabdian yang berkualitas,” ujarnya.

Kepala Biro Pengabdian Masyarakat UNIDA, Danu Suryani, S.Sos., M.H turut mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi para dosen dalam program hibah penelitian dan pengabdian masyarakat. Ia menegaskan bahwa UNIDA menargetkan capaian yang lebih banyak pada tahun mendatang.

“Kita punya harapan besar di tahun 2026 ini dengan target kita sekarang adalah mencapai 100 usulan. Kita yakin kita bisa mencapainya kalau kita kerja sama dan mempersiapkannya dengan baik,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Penelitian dan Klinik Riset UNIDA, Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd menjelaskan bahwa fokus utama Program Hibah BIMA 2026 mencakup kebijakan baru pendanaan penelitian, teknis penyusunan proposal, strategi meningkatkan peluang kelolosan pendanaan, serta pemahaman mengenai luaran wajib dan luaran tambahan.

“Dalam kegiatan ini kami menekankan bahwa Hibah BIMA 2026 memiliki fokus pada kebijakan pendanaan terbaru, penyusunan proposal yang sesuai standar, serta strategi meningkatkan peluang kelolosan. Pemahaman terhadap luaran wajib dan tambahan menjadi kunci agar proposal lebih kompetitif. Melalui pendampingan ini diharapkan Bapak/Ibu dapat menajamkan draft proposal agar lebih siap diajukan,” ungkapnya.

Kegiatan yang diikuti oleh para dosen FEB ini juga dilanjutkan dengan pendampingan langsung, di mana peserta dapat mendiskusikan draft proposal secara langsung dan memperoleh masukan perbaikan.

“LP3K berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan pendampingan serupa di fakultas lainnya sebagai upaya memperkuat ekosistem penelitian dan pengabdian di lingkungan UNIDA,” pungkasnya.

Related Posts: