Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersinergi dengan Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) peningkatan kapasitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bagi dosen, Jum’at (17/4/2026), di Smartclass Sekolah Pascasarjana, Gedung A UNIDA.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas dosen dalam bidang penelitian dan PkM melalui sosialisasi serta pelatihan Program Bantuan Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Tahun Anggaran 2026.
BIMTEK secara khusus diikuti oleh dosen FAIPG dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Pendidikan Agama Islam (PAI).
Rektor UNIDA, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNIDA sebagai perguruan tinggi unggul dalam meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I juga menekankan pentingnya pemanfaatan program Litapdimas sebagai peluang strategis bagi dosen untuk mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan umat, sekaligus memperluas kontribusi akademik dalam menjawab berbagai persoalan sosial keagamaan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dosen mampu meningkatkan kapasitas dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian sekaligus memperkuat kontribusi akademik dalam menghasilkan riset dan pengabdian yang berdampak luas bagi umat,” ujarnya.
Hadir sebagai narasumber, Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Agama RI, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc yang memaparkan strategi peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen, serta kebijakan dan mekanisme Program Bantuan Litapdimas 2026.
Dalam pemaparannya, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc menyampaikan bahwa PTKI diarahkan untuk mengembangkan riset berbasis inovasi, meningkatkan publikasi terindeks internasional, serta memperluas kolaborasi dengan industri dan lembaga riset. Program prioritas juga mencakup peningkatan hak kekayaan intelektual (HKI), paten, serta penguatan kemitraan strategis guna mendorong riset yang aplikatif.
Lebih lanjut, peserta juga dibekali pemahaman terkait tahapan pengisian proposal, pentingnya mengikuti petunjuk teknis, serta strategi memilih klaster bantuan yang sesuai dengan kompetensi dan jabatan fungsional.
#UNIDAUNGGUL #KampusBertauhid #SekaliBergerakKitaBerdampak

