LP3K UNIDA Hadirkan Pakar ASTA Research Center Madagaskar, Selenggarakan Workshop Strategi Jurnal Menuju Indeksasi Scopus

LP3K UNIDA Hadirkan Pakar ASTA Research Center Madagaskar, Selenggarakan Workshop Strategi Jurnal Menuju Indeksasi Scopus

Blog Single

Lembaga Penelitian, Pengabdian, dan Pengembangan Keilmuan (LP3K) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan Workshop Strategi Jurnal Menuju Indeksasi Scopus pada Jum’at (29/08/2025) di Ruang Rapat ATJ UNIDA. Kegiatan ini dihadiri oleh Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, Wakil Rektor III sekaligus Ketua LP3K UNIDA, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd, serta menghadirkan Dr. Rakotoarisoa Maminirina Fenitra, Ph.D, dari ASTA Research Center Madagaskar sebagai narasumber. Workshop diikuti oleh para dosen pengelola jurnal dari berbagai fakultas di UNIDA.

Dalam sambutannya, Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menekankan pentingnya kesempatan berbagi pengalaman bersama narasumber. Ia berharap melalui kegiatan ini terdapat peningkatan kualitas publikasi ilmiah agar mampu memenuhi standar internasional dan meraih indeksasi Scopus.

“Workshop ini adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan UNIDA. Ketika dosen-dosen kita berhasil mempublikasikan karya ilmiah di jurnal terindeks Scopus, hal tersebut akan meningkatkan reputasi individu sekaligus mengangkat citra dan kredibilitas institusi di mata dunia internasional,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor III UNIDA Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd menuturkan bahwa workshop ini memberikan panduan praktis bagi para pengelola jurnal mulai dari manuscript preparationpeer review process, hingga strategi meningkatkan citation impact.

“Kami berharap para dosen tidak hanya memahami teknis submission, tetapi juga mampu membangun jejaring dengan editor dan reviewer internasional,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Rakotoarisoa Maminirina Fenitra, Ph.D dalam pemaparannya menjelaskan mengenai pentingnya menjaga standar kualitas editorial sebagai kunci utama meraih akreditasi Scopus.

Editorial quality bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan integritas akademik. Scopus mengevaluasi kejelasan scope, konsistensi editorial, serta ketangguhan proses peer review,” terangnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan tiga tahapan evaluasi Scopus yang harus dilalui jurnal akademik, yakni initial review selama 4–6 minggu untuk evaluasi administratif, content review selama 8–12 minggu untuk penilaian mendalam kualitas konten, dan final decision dalam 2–4 minggu.

Related Posts: