Lembaga Penelitian, Pengabdian dan Pengembangan Keilmuan (LP3K) Universitas Djuanda menyelenggarakan kegiatan pendampingan penyusunan proposal pengajuan program hibah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Skema Pendanaan Riset dan Inovasi (RIIM) Gelombang 10 Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 13 Oktober 2025 secara daring melalui platform Zoom Cloud Meetings.
Kegiatan pendampingan diikuti oleh dosen penerima hibah maupun calon penerima hibah dari berbagai fakultas di lingkungan UNIDA. LP3K menghadirkan Dekan Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNIDA, Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si sebagai narasumber. Sebagai salah satu reviewer hibah BRIN, Dr. Abdullah memberikan pemaparan mengenai tata kelola administrasi, pelaporan, serta pemanfaatan sistem informasi penelitian nasional.
Wakil Rektor III sekaligus Ketua LP3K UNIDA, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd dalam sambutannya menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen universitas untuk meningkatkan kualitas riset dan tata kelola administrasi penelitian yang selaras dengan standar nasional.
“Program hibah RIIM BRIN memiliki tingkat kompetisi yang tinggi dan nilai prestisius yang setara dengan hibah BIMA pada Kemendiktisaintek. Melalui kegiatan ini, kami mendorong para dosen untuk fokus memahami aspek administratif dan substansi yang harus dipersiapkan. Harapannya, pendampingan ini dapat memperkuat kapasitas dosen dalam berkompetisi pada hibah BRIN tahun 2025,” ungkapnya.
Dalam sesi pemaparan, Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si menjelaskan berbagai aspek teknis pengajuan hibah, termasuk persyaratan administratif dan kolaboratif yang perlu dipenuhi. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta dapat langsung berkonsultasi mengenai permasalahan administrasi yang sering dihadapi dalam proses hibah.

