Persiapan untuk Hibah BRIN, LP3K UNIDA Gelar Pendampingan Pembuatan Proposal Penelitian

Persiapan untuk Hibah BRIN, LP3K UNIDA Gelar Pendampingan Pembuatan Proposal Penelitian

Blog Single

Lembaga Penelitian, Pengabdian dan Pengembangan Keilmuan (LP3K) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan kegiatan pendampingan pembuatan proposal penelitian pada Selasa (4/2/2025) bertempat di Ruang Smartclass Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIDA. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor III yang juga Kepala LP3K UNIDA, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd, Dekan FEB UNIDA, Prof. Dr. Hj. Sri Harini, Dra., M.Si dan diikuti oleh para dosen FEB UNIDA.

Dekan FEB UNIDA, Prof. Dr. Hj. Sri Harini, Dra., M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi, FEB UNIDA berkomitmen untuk terus mendorong produktivitas penelitian para dosen melalui berbagai skema pendanaan yang tersedia.

“Kegiatan pendampingan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan proposal penelitian yang diajukan memiliki kualitas yang baik dan kompetitif, saya berharap para dosen dapat memanfaatkan kegiatan pendampingan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Wakil Rektor III UNIDA, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd menekankan pentingnya sosialisasi hibah penelitian BRIN dan internal mengingat deadline pengajuan proposal BRIN yang akan berakhir pada 28 Februari 2025.

“Kami berharap semua proses upload proposal dapat melalui proses review terlebih dahulu melalui LP3K UNIDA agar proposal bisa lolos untuk didanai,” ungkapnya.

Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd menjelaskan bahwa hibah pendanaan internal merupakan program tahunan LP3K yang ditujukan bagi dosen-dosen pemula yang belum eligible mengajukan hibah Diktisaintek. Program ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi para dosen untuk nantinya dapat mengakses pendanaan dari Diktisaintek tersebut, khususnya hibah BIMA.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd juga memaparkan lima skema pendanaan yang ditawarkan BRIN, salah satunya adalah RIIM Ekspedisi gelombang kedua dengan tema Ekspedisi dan Eksplorasi Keragaman Masyarakat dan Budaya Indonesia.

“Riset ini mencakup tentang agama, entitas, seni, tradisi, pengetahuan lokal, bahasa, sastra, dan topik relevan lainnya yang dilaksanakan di empat kawasan strategis yaitu Indonesia Barat, Borneo dan IKN, kawasan Wasile, serta Papua dan juga termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T),” tuturnya.

Untuk persyaratan pengajuan, ketua riset (principal investigator) harus berkualifikasi S3 dan merupakan Warga Negara Indonesia, dengan anggota tim minimal berpendidikan S3. Proposal yang diajukan wajib mendapat persetujuan legal dari kepala institusi, dibuktikan dengan tanda tangan atau cap dari institusi.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembahasan materi lebih dalam dan sesi diskusi dengan para dosen FEB UNIDA.

Related Posts: