LP3K UNIDA Kembali Sosialisasikan Program Pendanaan BRIN kepada Dosen FAPERTA

LP3K UNIDA Kembali Sosialisasikan Program Pendanaan BRIN kepada Dosen FAPERTA

Blog Single

Lembaga Penelitian, Pengabdian dan Pengembangan Keilmuan (LP3K) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan kegiatan pendampingan pembuatan proposal penelitian pada Rabu (5/2/2025) kepada para dosen Fakultas Pertanian (FAPERTA). Kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian sosialisasi yang dilakukan LP3K ke berbagai fakultas terkait program pendanaan riset dan inovasi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor III yang juga Kepala LP3K UNIDA, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd, serta diikuti oleh para dosen FAPERTA UNIDA.

Mewakili Dekan FAPERTA, Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si selaku Wakil Dekan FAPERTA UNIDA menyampaikan terima kasih kepada LP3K atas kunjungannya dalam kegiatan pendampingan ini.

“Terim akasih kepada tim dari LP3K UNIDA yang sudah menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke FAPERTA dalam rangka pendampingan hibah BRIN, untuk itu saya berharap mudah-mudahan seluruh dosen yang hadir pada hari ini dapat berpartisipasi aktif dalam memanfaatkan peluang pendanaan hibah ini,” ujarnya.

Wakil Rektor III UNIDA, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd menjelaskan bahwa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini membuka delapan skema pendanaan yang diantaranya meliputi RIIM Kompetisi, Ekspedisi, Invitasi, Start-Up, Pengujian Produk Inovasi Kesehatan, Pengujian Produk Inovasi Pertanian, Pusat Kolaborasi Riset, dan RIIM Kolaborasi. Adapun untuk batch pertama di tahun 2025, batas akhir pengajuan proposal adalah pada 28 Februari 2025.

“RIIM Kompetisi merupakan skema yang paling banyak diminati karena memiliki tema dan ruang lingkup penelitian yang lebih luas. Program ini memberikan pendanaan kepada institusi atau lembaga riset untuk melaksanakan kegiatan pencarian novelty atau pembaruan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut,” ungkapnya.

Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd juga menjelaskan skema RIIM Start-up yang dirancang khusus untuk membiayai pengembangan perusahaan pemula.

”Pendanaan yang bersumber dari LPDP ini diberikan pada tahap inkubasi, dengan pendampingan meliputi tahap pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca inkubasi. Luaran yang diharapkan adalah terbentuknya perusahaan rintisan berbasis riset yang profitable dan sustainable, mampu menghasilkan prototype produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat, serta produk yang layak jual dan layak produksi massal,” tuturnya.

Related Posts: