Biro Pengabdian kepada Masyarakat LP3K Gelar Pembekalan KKN Tematik 2025, Siapkan Mahasiswa Bangun Desa Hebat untuk Indonesia Kuat

Biro Pengabdian kepada Masyarakat LP3K Gelar Pembekalan KKN Tematik 2025, Siapkan Mahasiswa Bangun Desa Hebat untuk Indonesia Kuat

Blog Single

Biro Pengabdian kepada Masyarakat LP3K menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2025 pada Jum’at, 11 Juli 2025 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini mengusung tema besar “Desa Hebat, Indonesia Kuat: Membangun Ketahanan Pangan dan Sosial Menuju Indonesia Tangguh Bencana yang Inovatif dan Berkeadilan.”

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa peserta KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), panitia fakultas, serta menghadirkan narasumber dari sejumlah instansi strategis, di antaranya Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Bappedalitbang Kabupaten Cianjur, dan Bappedalitbang Sukabumi, Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) UNIDA, serta Biro Hilirisasi dan HKI UNIDA.

Pembekalan dibuka oleh Ketua LP3K UNIDA sekaligus Wakil Rektor III, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd, dan dilanjutkan dengan sambutan resmi dari Rektor UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I.

Dalam sambutannya, Rektor UNIDA Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan mahasiswa untuk mengabdi di tengah masyarakat dengan nilai-nilai akhlak dan ketauhidan sebagai fondasi utama.

“Kegiatan ini memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada seluruh peserta, serta membangun sinergi antara mahasiswa, Dosen Pembimbing Lapangan, dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sesi pemaparan materi dimulai oleh perwakilan dari BPPT UNIDA yang menekankan pentingnya nilai karakter tauhid dalam pelaksanaan KKN. Mahasiswa dibekali 21 nilai karakter seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan empati untuk menjadi insan bertauhid yang membawa manfaat di tengah masyarakat.

Dilanjutkan oleh Bappedalitbang Kabupaten Bogor yang memaparkan tantangan wilayah seperti kemiskinan ekstrem, stunting, dan rendahnya kualitas pendidikan serta infrastruktur dasar di beberapa kecamatan. Dalam paparannya, disebutkan bahwa KKN UNIDA diharapkan menjadi bagian dari solusi melalui kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Bappedalitbang Kabupaten Sukabumi menyoroti ketimpangan wilayah antara utara dan selatan, rendahnya keterampilan kerja, serta masalah gizi buruk. Di sisi lain, Sukabumi juga memiliki potensi besar dari sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Kemudian paparan dari Bappedalitbang Kabupaten Cianjur yang menekankan permasalahan desa tertinggal, stunting, serta dampak pascabencana gempa yang masih terasa. Kegiatan KKN diarahkan untuk mendukung pemulihan serta peningkatan literasi digital dan pendidikan.

Adapun Biro Hilirisasi dan HKI menegaskan bahwa KKN bukan semata kewajiban akademik, tetapi momentum strategis untuk membumikan ilmu dan akhlak.

Kegiatan ditutup dengan pemaparan teknis pelaksanaan oleh Kepala Biro Pengabdian kepada Masyarakat, Danu Suryani, S.Sos., M.H dan dilanjutkan diskusi interaktif bersama peserta.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memiliki pemahaman menyeluruh terkait pelaksanaan KKN Tematik 2025, membangun koordinasi erat dengan pemerintah daerah, serta siap secara teknis dan konseptual untuk mengabdi di masyarakat. KKN Tematik tahun ini tidak hanya menargetkan pembangunan fisik, namun juga penguatan sosial dan ketahanan pangan berbasis nilai-nilai keilmuan dan ketauhidan,” ujar Danu Suryani, S.Sos., M.H.

Related Posts: